Belajar Untuk Membenci (part 2)
"Sean, pertemanan itu gak bisa dinilai dari uang. Pertemanan itu gak semurah itu." Kata-kata mungkin lebih gampang terucap, tetapi sangat sulit untuk mengaplikasikannya. Ya, begitulah selalu yang kuucapkan kepada Sean. Teman dekatku yang sangat berarti bagiku ini telah kehilangan segalanya, kehilangan sesuatu yang biasanya disebut dengan sebutan 'teman'. Ayah Sean dipecat dari perusahaannya, dia dituduh menggelapkan uang dari perusahaan tersebut. Meskipun ayah Sean telah mengatakan hal yang sebenarnya kepada pihak yang berwajib, tetap saja proses tersebut memakan waktu. Dan sayangnya perusahaan mengambil keputusan untuk memecat ayah Sean. "Eh itu Sean? Yang ayahnya korupsi kan? Hahaha" "Aduh, jangan deket-deket sama anak tukang korupsi!" "Kita emang pernah punya temen anak korup ya?" Hal-hal seperti itulah yang sering menampar perasaan Sean. Dia selalu dihina hanya karena gosip yang beredar. Dan yang lebih buruknya lagi, Sean m...