Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Belajar Untuk Membenci (part 3)

Bagaimana rasanya jika kita selalu ada di posisi bagian bawah? selalu berada di posisi yang rawan, rentan goyah. Itu yang selama ini terus kupikirkan. Karena aku tahu, Sean sedang merasa seperti itu. Aku yakin Sean merasa sangat rapuh, rapuh karena semua temannya menjauhi dia hanya karena sesuatu yang belum tentu benar. Tapi aku tahu satu hal, Tuhan tak pernah memberikan cobaan yang tidak bisa di tanggung oleh umatnya. "Seaaan." Panggilku dengan nada jahil. "Apaan sih Nico, pagi-pagi gini udah gangguin aku hahaha." "Gak kenapa kenapa sih, cuma pengen nyapa aja. Enggak boleh ya? okedeh." "Hahaha, ngambek nih ceritanya? hush hush pergi sana hahaha." Setidaknya ada satu hal yang masih bisa kulakukan untuknya, aku masih bisa membuat Sean tertawa. Masih bisa membuat dia tetap semangat melawan semua rintangan yang bertaburan di jalan hidup Sean. Karena ketika Sean tersenyum, bibir ku juga ikut tersenyum. "Nico, kamu mau nggak temenin ...