Black Swan Theory
Teori black swan sudah lama dikenal. Teori ini berpangkal dari kebiasaan cara berpikir manusia yang sering menggampangkan kemungkinan. Bahkan Filsuf Francis Bacon juga telah memperingatkan bahwa pikiran manusia cenderung membohongi. Asumsi menjadi lebih teratur daripada eksistensi dalam ketidak-beraturan alam. Teori ini dideskripsikan oleh Nassim Nicholas Taleb dalam bukunya The Black Swan tahun 2007. Yaitu black swan sebagai kejadian yang sangat mustahil dengan 3 karakteristik, diantaranya :- Unpredictable ( yang tak dapat diramalkan )- Berefek besar- Mengejutkan Hal ini merupakan kelanjutan cara berpikir umum yang pesimistis dan selalu menggeneralisasi.
Manusia sering lupa pada hal-hal kecil yang berdampak besar. Contoh nyata adalah keberhasilan Google dan tragedi 9/11.Otak manusia cenderung bersifat naratif. Oleh karenanya manusia sering mengkonversi hal-hal yang seharusnya kompleks dalam penjelasan yang sesederhana mungkin.
Manusia selalu takut pada hal-hal yang berada diluar jangkauan pemahaman mereka. Dan parahnya manusia sering kali memprediksi kemungkinan lewat pola-pola yang telah terjadi sebelumnya.
Misalnya, tidak semua orang yang terkena penyakit HIV/AIDS meninggal dunia. Tidak semua orang yang berwajah kurang menarik, tidak disukai.
Black swan theory sedikit banyak mengarah ke slogan "Dont judge a book by its cover"
Komentar
Posting Komentar